Come On, Italy...!!!

Sungguh luluh lantak hati saya ketika italia bertekuk lutut di depan belanda 3-0. Selama 90 menit saya melihat pertandingan itu seolah-olah mereka bukan italia yang notabene terkenal sebagai tembok terkuat yang di segani para penyerang dari Benua Eropa. mulai dari lini belakang yang kocar kacir sampai lini depan yang mandul. terus terang, begitu kecewanya saya sama Mr. Dona doni malam itu. Tp sudahlah, sebab dari sisi permainan Belanda, mereka memang sangat menakjubkan! Saya hanya berharap Rumania adalah lawan yang bisa Italia harapkan untuk masuk ke perempat final.

Lagi dan lagi.... huuuh..., jadi penggemar italia memang membuat tanduk saya sering kluar mengacung di kepala saya (wiih sampe segitunya, hehe...). Melawan Rumania, Italia tetap seperti belum menemukan jati dirinya... Menjadikan Grosso, Delpiero, D'rossi sebagai starterpun tak mampu membuat Italia keluar dari tekanan. Masih beruntung waktu itu panucci bisa menggantikan Toni yang mandul, sehingga bisa menyamakan kedudukan di menit ke 56. Hingga pada menit-menit akhir pertandingan, saya merasa benar-benar pesimis ketika panucci juga menjadi aktor berbuahnya tendangan penalti untuk Rumania. Untung saja..., Kecemerlangan Buffon menjadikan harapan dan modal untuk menantang Prancis di pertandingan terakhir dan juga penentu untuk lolos ke seperemat final.

Rasa pesimispun masih melanda hati saya (oooh..., mendramatisir mode : on). dengan ditemani rokok plus kopi racikan cafe di depan kampus, laga Italia vs Prancispun dimulai. Cideranya Riberry di menit-menit awal merupakan angin keberuntungan buat Italia, "dengan begitu lini sayap Prancis akan berkurang ketajamannya", begitu saya mengatakan dalam hati saya. Alhamdulillah... ternyata cideranya riberry juga merupakan pertanda buruk buat Prancis, di langgarnya Luca Toni di area penalti membuat eric Abidal menyusul Riberry ke ruang ganti. Goal pun tercipta dari titik putih. selang beberapa menit setelah turun minum, D'rossi juga membuat kejutan... Tendangan bebasnya melenceng dari perkiraan Gregory coupet setelah mengenai kaki dari henry, hingga membuat kedudukan bertambah 2-o. Dengan 10 pemain, saya yakin Prancis tidak akan memeberikan perlawanan untuk Italia. hingga saya putuskan untuk melihat Laga Belanda vs Rumania. Wiiih... Pucuk dicinta ulampun tiba... 2-o kemenangan belanda membuat saya lega. dengan terseok-seok akhirnya Pasukan Gli Azzurri bisa menikmati aroma pertandingan di Perempat final.

Comon Italy, comon D2... (Dona Doni maksudnya hee..)....., Buktikan kalau kalian sosok yang akan di perhitungkan di setiap laga Eropa, Cayooo.... (dengan bersemangan saya mengacungkan jempol pada mereka hahaha...)

0 komentar:

Posting Komentar

Informasi Pilihan Identitas:
Google/Blogger : Khusus yang punya Account Blogger.
Live Journal, Wordpress, TypePad, AIM : Jika mempunyai Account Live Journal, Wordpress, TypePad dan AIM
Open ID : Jika tidak punya account blogger namun punya alamat Blog atau Website.
Nama/URL : Jika hanya ingin mengisikan Nama dan URL.
Anonim : Jika tidak ingin mempublikasikan profile anda (sangat tidak disarankan).